Mar 19, 2009

Dialog 1

"Kau hendak melawan aku dengan hanya menggunakan sebilah pedang usang?," tengking Durga sambil menuding jari telunjuk ke arah Sunan.

Sunan tetap berdiri terpacak di atas sebongkah batu besar di tebing sungai itu, tanpa melarikan pandangan tajam ke wajah musuhnya, Durga.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Mek, saya hendak ke baruh, hendak memancing," kata Sunan sambil memandang emaknya yang sedang membasuh kain di atas sekeping papan di tepi telaga.

Mek Yah, emak Sunan, tekun membasuh kain-kain yang diamanahkan oleh seisi keluarganya. Matahari sudah agak tinggi di langit. Jalur-jalur cahaya menembusi daun-daun pokok rambutan yang menaungi sekitar telaga yang menjadi sumber utama air keluarga Mek Yah.

"Pergilah, tapi hati-hati berjalan atas batas kerana batas-batas di baruh licin, hujan malam tadi," ujar Mek Yah memberi nasihat kepada Sunan.

Sulan tersenyum dan mengangguk kepada kepada emaknya. "Terima kasih mek," kata Sunan sambil mengangkat batang buluh kecil yang dibuat joran di atas bahunya.

"Saya pergi dulu," Sunan berkata semasa lalu di depan emaknya, sambil menunduk badan tanda hormat.